Pada tanggal 30 Juni 2007 telah berlangsung pemilihan Bujang jo Gadih Bukittinggi. Grand final diselenggarakan di Dymen’s Hotel International Bukittinggi. Dalam kontes tersebut Anggi Wiryadi Putra dan Mizhok Hartika dinobatkan sebagai Bujang jo Gadih Bukittinggi tahun 2007. Mereka berhasil menyisihkan 16 orang peserta yang masuk ke babak grand final.
Pemilihan Bujang jo Gadih Bukittinggi tahun 2007 awalnya diikuti 47 pasang muda mudi Bukittinggi. Setelah melalui seleksi yang cukup ketat, ditetapkan 16 orang (8 pasang bujang dan gadih) untuk maju ke babak grand fiinal.
Sebelum bertutur lebih jauh, baiknya dijelaskan dulu apa artinya pemilihan bujang jo gadih. Bagi pembaca yang berasal dari Ranah Minang mestinya istilah “bujang jo gadih” bukan lagi istilah yang asing. Pemilihan Bujang jo Gadih maksudnya adalah kontes pemuda-pemudi (mirip pemilihan Abang-None Jakarta), untuk memilih sepasang muda-mudi yang akan dijadikan representatif Kota Bukittinggi.
Penulis tidak tahu persis sejak tahun kapan kontes ini mulai diselenggarakan, karena 25 tahun yang lalu ketika penulis sekolah di Bukittinggi belum ada kontes semacam ini.
Jujur saja waktu mendapatkan berita ini, ada suatu perasaan ganjil yang penulis rasakan. Karena dalam benak lugu penulis, kontes-kontesan adalah kegiatan yang jauh dari kesan agamis, sementara itu kultur masyarakat Minangkabau adalah kultur yang berakar pada budaya Islam.
Namun ketika penulis mencoba memahami pesan dan harapan Wakil Walikota Bukittinggi, H. Ismet Amzis, yang dimuat di Padang Ekspres Online, perasaan ganjil itu pupus berganti dengan harapan bujang jo gadih yang terpilih mampu menjadi duta Kota Bukittinggi untuk meningkatkan minat wisatawan mengunjungi potensi wisata yang dimiliki Bukittinggi.
Semoga.
Berikut ini adalah dokumentasi Pemilihan Bujang jo Gadih Bukittinggi 2006 yang penulis kutip dari friendster Bujang jo Gadih Bukittinggi : www.friendster.com/pujanggabkt
Gb. 1 Finalis Bujang jo Gadih 2006 sedang menari “Pasambahan“
Gb. 2 Finalis Bujang jo Gadih 2006

